Profil Desa Petak Kaja

Luas Lahan Desa Petak Kaja

Desa Petak Kaja membujur dari Utara ke Selatan yang diapit dua sungai sebelah barat sungai Pakerisan dan sebelah timur sungai Sangsang II. Desa Petak Kaja memiliki luas 325 Ha. Dari aspek fungsi lahan, wilayah Desa Petak Kaja terdiri dari :

Pemukiman
0
Persawahan
0
Tanah Kosong
0
Lain - Lain
0

Gambaran Umum Desa

Secara geografis Desa Petak Kaja terletak pada 500 m di atas permukaan laut. Merupakan dataran rendah dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun.

Desa Petak Kaja diklasifikasikan daerah non pantai, karena tidak memiliki pantai di wilayah desa.

Dari indikator Klasifikasi Desa Petak Kaja termasuk Desa Swasembada.

Desa Petak Kaja merupakan bagian dari wilayah kecamatan Gianyar paling utara yang berbatasan dengan Kabupaten Bangli. Jarak dari kota kecamatan dan kota kabupaten 12 Km, dengan waktu tempuh 60 menit pulang pergi.

Desa Petak Kaja Menuju Smart Ecotourism Village

Desa Petak Kaja bertransformasi menuju konsep Smart Ecotourism, yaitu pengembangan desa wisata yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, budaya lokal, dan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan. Dengan kekayaan adat istiadat, kehidupan masyarakat yang harmonis, serta lingkungan pedesaan yang asri, Desa Petak Kaja memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan pariwisata berbasis ekologi dan kearifan lokal. Konsep Smart Ecotourism di Desa Petak Kaja diwujudkan melalui pengelolaan potensi desa secara cerdas dan bertanggung jawab. Aktivitas wisata tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga pada pengalaman edukatif yang memperkenalkan budaya Bali, kehidupan masyarakat desa, serta produk UMKM lokal. Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama melalui pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan serta keberlanjutan desa. Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi ini, seperti promosi desa wisata berbasis website dan media digital, digitalisasi informasi potensi desa, serta penguatan UMKM melalui pemasaran daring. Teknologi digunakan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata tanpa menghilangkan nilai tradisi dan budaya lokal.